Thursday, September 27, 2012

Penguatan Peran Kepemimpinan dalam Penyelenggaraan Sekolah Efektif

oleh:  RISKA AYU ARDANI

Dilihat dari berbagai pendapat dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Kepemimpinan pada dasarnya adalah suatu faktor yang harus ada didalam organisasi, sebab suatu organisasi terdiri atas sekelompok orang yang bekerja di bawah pengarahan kepemimpinan untuk pencapaian tujuan yang pasti. Termasuk untuk penyelenggaraan sekolah efektif dibutuhkan pula seorang kepala sekolah yang efektif dalam memimpin. Kehidupan sekolah akan selalu mengalami perubahan sejalan dengan adanya dinamika pembangunan. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus berupaya mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola perubahan yang terjadi di sekolah. Kepala sekolah efektif akan menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan reformasi pendidikan tingkat sekolah. Terdapat 3 jenis kepemimpinan yang harus diterapkan dan dipandang representative bagi penyelenggaran sekolah efektif, yaitu:
Pertama, kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang mampu mendatangkan perubahan dalam diri setiap individu atau bagi seluruh organisasi untuk mencapai performa yang semakin tinggi. Pemimpin transformasional harus dapat berperan banyak dalam menstimulus, memotivasi individu yang terlibat agar menjadi kreatif dan inovatif, disamping itu juga harus menjadi pendengar yang baik. Kepemimpinan transformasional  dalam mewujudkan sekolah efektif sebaiknya kepala sekolah sebagai pemimpin mengutamakan pemberian kesempatan yang mendorong semua unsur atau elemen sekolah baik guru, siswa, staf, orang tua serta masyarakat sekitar untuk bekerja atas dasar sistem nilai yang luhur, sehingga semua unsur yang ada di sekolah tersebut bersedia untuk berpartisipasi secara omptimal dalam mencapai visi misi sekolah.
Kedua, kepemimpinan transaksional adalah kepemimpinan yang menekankan pada tugas yang diberikan kepada bawahannya. Pemimpin ini lebih terfokus dalam mendesain pekerjaan beserta mekanismenya dan staf adalah seseorang yang melaksanakan tugas dengan kemampuan dan keahlian, kemudian pemimpin akan menawarkan imbalan terhadap setiap kontribusi yang diberikan. Dalam penyelenggaraan sekolah efektif, kepemimpinan transaksional dengan kepala sekolah yang ditunjuk sebagai pemimpin tidak hanya melimpahkan tugas kepada bawahannya dan memikirkan hasil outpunya saja. Namun, sebagai pemimpin yang efektif sebaiknya juga memperhatikan komponen prosesnya.
Ketiga, bentuk kepemimpinan visioner adalah pemimpin yang memiliki visi, misi, tujuan serta program yang jelas sehingga menjadikannya sebagai suatu tantangan, dengan adanya tantangan tersebut maka pemimpin dituntut untuk memiliki integritas yang tinggi, komitmen yang tinggi terhadap visi, misi, tujuan dan program yang telah dirumuskan. Peranan kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah efektif harus mampu mengimplementasikan visi, misi dan tujuan dalam bentuk kinerja kepemimpinan. Kepemimpinan visioner bekerja dalam empat komponen yaitu:
1.      peranan sebagai penentu arah
2.      peranan sebagai agen perubahan
3.      peranan sebagai juru bicara dan peranan sebagai pelatih.

Saturday, September 15, 2012

Pengertian dan Fungsi Manajemen Sekolah

oleh : Desi Wulandari

Manajemen berasal dari kata “Manus” yang berarti “Tangan”, berarti menangani sesuatu,mengatur, membuat sesuatu menjadi seperti yang diinginkan dengan menggunakan seluruh sumber daya yang ada.Sedangkan sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi.
Manajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menjalankan kepemimpinan, harus berpikir “sistem” artinya dalam penyelenggarakan pendidikan di sekolah komponen-komponen terkait seperti: guru-guru, staff TU, Orang tua mahasiswa atau masyarakat, Pemerintah, anak didik  harus berfungsi optimal yang di pengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan.
Fungsi manajemen sekolah dilihat sebagai kegiatan kepemimpinan lebih ditekankan bagaimana cara manajer dapat mempengaruhi, mengajak orang lain serta mengatur hubungan dengan orang lain agar bekerjasama mencapai tujuan. Dalam hal ini seorang manajer sekolah hendaknya dapat menerapkan pola kepemimpinan yang efektif yakni suatu gaya kepemimpinan yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia, pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi dimana kita berada.
Proses manajemen sekolah pada pendidikan di mulai dari merencankan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengevaluasi komponen-komponen pendidikan sekolah. Kesimpulan manajemen sekolah adalah agar membentuk kepribadian seseorang untuk mencapai tujuan pendidikan yang di harapkan.

Thursday, September 13, 2012

MANAJEMEN PENDIDIKAN

oleh: Nurul Fitriani

Apa pengertian manajemen pendidikan? Banyak para ahli memaparkan pengertian manajemen pendidikan di internet. Kita mudah menemukan pengertian manajemen pendidikan tersebut di internet terutama di google search. Menurut saya manajemen pendidikan adalah suatu rangkaian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih pihak yang berkecimpung dalam pendidikan yang saling bekerja sama dengan memanfaatkan sumberdaya pendidikan yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendidikan tanpa dimanage,maka proses belajar-mengajar di kelas tidak akan berjalan dengan lancar dan baik.
Komponen dari manajemen pendidikan yakni perencanaan pendidikan, pengorganisasian pendidikan, penggerakan pendidikan, pengawasan pendidikan. Untuk mencapai tujuan manajemen pendidikan, komponen-komponen tersebut harus dilakukan seluruhnya, karena komponen-komponen tersebut tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.
Dari komponen-komponen tersebut dapat diambil sub komponen - sub komponennya, yakni perencanaan, sistem pendidikan menurut tahap-tahap perkembangan dan aspek-aspek pengembangan (jenjang pendidikan), organisasi, administrasi, keuangan, pemasokan tenaga kependidikan, sistem evaluasi, penelitian.