Oleh : Rina Yuhani Qurrota A’yun
Suatu program atau usaha haruslah memiliki tujuan yang diharapkan akan dicapai. Tujuan ini dapat dijadikan arah atau patokan kemana program tersebut harus berjalan. Begitu pula supervisi pendidikan. Sebagai suatu program yang terencana, tujuan supervisi diperlukan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi program pembelajaran.
Tujuan supervisi lebih diarahkan pada proses pembelajarannya, bukan hanya pada proses administrasi. Beberapa tujuan supervisi yang diungkapkan oleh Sahertian (1981) adalah:
- Membantu guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan
- Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid
- Membantu guru dalam menggunakan sumber pengalaman belajar
- Membantu guru dalam menggunakan metode dan alat pembelajaran modern
- Membantu guru dalam memenuhi kebutuhan belajar murid
- Membantu guru dalam menilai kemajuan murid dan hasil pekerjaan guru itu sendiri
- Membantu guru dalam membina reaksi mental atau moral kerja guru dalam rangka pertumbuhan pribadi dan jabatan mereka
- Membantu guru di sekolah sehingga mereka merasa gembira dengan tugas yang diperolehnya
- Membantu guru agar lebih mudah mengadakan penyesuaian terhadap masyarakat dan cara-cara menggunakan sumberdaya masyarakat dan seterusnya
- Membantu guru agar waktu dan tenaga guru tercurahkan sepenuhnya dalam pembinaan sekolah
Dilihat dari uraian di atas, pada dasarnya supervisi pendidikan ini bertujuan untuk membantu guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik sehingga tujuan belajar itu sendiri dapat tercapai. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru itu sendiri. Tapi sayangnya, masih ada guru yang menganggap supervisi sebagai suatu program yang mengekang kinerja mereka dan membuat mereka tidak nyaman. Ini karena terkadang guru tidak mengetahui tujuan supervisi yang sebenarnya.
Oleh karena itu, sebaiknya guru dilibatkan, mulai dari perumusan tujuan supervisi sampai pelaksannaannya. Ini diperlukan untuk mengurangi keterpaksaan dari para guru, dan agar supervisi pendidikan ini dapat berjalan atas kerjasama dan koordinasi yang baik. Karena pada hakekatnya memang guru yang terlibat dalam pelaksanaan supervisi itu sendiri, dan karena supervisi itu dilaksanakan demi kebutuhan guru, bukan kepala sekolah atau supervisor. Walaupun faktor dari supervisor sendiri juga cukup penting. Supervisor yang baik hendaknya tidaklah otoriter, melainkan demokratis, sehingga guru tidak lagi merasa terkekang oleh supervisi yang sebenarnya bertujuan baik itu.
Kutipan langsung, tujuan supervisi menurut Sahertian.
Sutomo, dkk. 2011. Manajemen Sekolah. Semarang: UNNES Press
No comments:
Post a Comment